YOGYAKARTA, Perayaan Idul Adha 1447 H tahun ini tidak hanya menjadi momentum ibadah kurban dan penguatan solidaritas umat, tetapi juga menjadi saat yang tepat untuk menghidupkan kembali tradisi astronomi Islam melalui pengamatan Rashdul Qiblah. Menurut Susiknan Azhari, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Founder Galeri Astronomi Islam, bahwa fenomena tahunan ini mengingatkan umat Islam pada kontribusi besar KH Muhammad Faqih Maskumambang dalam mengembangkan praktik ilmu falak berbasis observasi di lingkungan pesantren. Pada tahun 2026, fenomena Rashdul Qiblah global terjadi pada hari Rabu dan Kamis 27 dan 28 Mei bertepatan tanggal 10 dan 11 Zulhijah 1447 pukul 16.18 WIB. Pada waktu tersebut, posisi matahari tepat berada di atas Kakbah sehingga bayangan benda tegak akan mengarah lurus ke kiblat. Momentum ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengecek kembali arah kiblat masjid, musala, maupun rumah secara sederhana dan akurat. Tradisi Rashdul Qiblah telah lama dipraktikkan di pesantren-pesantren Jawa sebagai bagian dari pembelajaran ilmu falak praktis. Muhammad Faqih Maskumambang dikenal sebagai salah satu ulama yang berperan penting dalam mentransmisikan metode ini kepada masyarakat pesantren. Baginya, pengamatan langit bukan sekadar aktivitas ilmiah, tetapi juga bagian dari penguatan ibadah dan pendidikan keagamaan. Di tengah maraknya aplikasi digital penentu arah kiblat, praktik Rashdul Qiblah tetap memiliki nilai edukatif yang kuat. Melalui metode ini, masyarakat diajak memahami hubungan antara pergerakan matahari, ketepatan waktu, dan pelaksanaan ibadah sehari-hari. Karena itu, sejumlah pesantren dan masjid pada momentum Idul Adha 1447 H akan kembali mengadakan kegiatan pengamatan bersama sebagai sarana edukasi publik. Fenomena ini menunjukkan bahwa warisan ilmu falak pesantren tetap relevan di era modern. Semangat yang diwariskan Muhammad Faqih Maskumambang menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan Islam Nusantara mampu memadukan observasi ilmiah, otoritas keagamaan, dan praktik ibadah umat secara harmonis.
- Sumber Foto : Al-Jazirah.
