Galeri Astronomi Islam

Ujian Terbuka Disertasi tentang Kalender Islam Global Digelar di UII

Yogyakarta — Program Studi Hukum Islam Program Doktor Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) akan menyelenggarakan Ujian Terbuka Disertasi (Promosi Doktor) pada Senin, 09 Zulkaidah 1447/27 April 2026. Kegiatan akademik ini dijadwalkan berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB di Ruang 3.16 Lantai 3, Gedung KHA Wahid Hasyim FIAI UII. Promovendus yang menjalani ujian adalah Muhammad Arafat (NIM 23933005). Ia mengangkat disertasi berjudul “Kalender Islam Global Turki 2016: Pendekatan Integratif Astronomi, Fikih, dan Konsensus Sosio-Politik.” Penelitian ini dinilai relevan dalam merespons dinamika penentuan kalender Hijriah yang hingga kini masih menghadapi perbedaan di berbagai belahan dunia Islam. Ujian terbuka ini melibatkan dewan penguji yang terdiri dari para akademisi dan pakar di bidangnya. Dr. Nur Kholis, S.Ag., SEI., M.Sh.Ec., bertindak sebagai ketua sidang, didampingi Dr. Mukhsin Achmad, S.Ag., M.Ag sebagai sekretaris. Sementara itu, Prof. Dr. Susiknan Azhari, MA berperan sebagai promotor, dengan Dr. Anisah Budiwati, SHI., MSI sebagai ko-promotor. Adapun anggota penguji lainnya adalah Dr. Asmuni, MA, Dr. M. Roy Purwanto, S.Ag., M.Ag, dan Prof. Thomas Djamaluddin, M.Sc., Ph.D. Disertasi yang diangkat Muhammad Arafat berfokus pada integrasi pendekatan astronomi dan fikih dalam kerangka konsensus global, khususnya merujuk pada hasil pertemuan internasional di Turki tahun 2016. Topik ini menjadi penting dalam upaya mewujudkan kalender Islam global yang dapat menyatukan umat Muslim secara lebih luas. Pihak program studi berharap kehadiran para penguji dapat memberikan kontribusi ilmiah yang konstruktif dalam menguji sekaligus menyempurnakan disertasi tersebut. Ujian terbuka ini juga menjadi momentum akademik penting dalam pengembangan kajian hukum Islam berbasis pendekatan multidisipliner. Dengan terselenggaranya ujian ini, diharapkan lahir pemikiran baru yang dapat mendorong terwujudnya kesatuan kalender Hijriah di tingkat global. Dalam sambutannya Prof. Dr. Susiknan Azhari menyampaikan bahwa pemikiran tentang kalender Islam global (KIG) telah lama berlangsung. Namun dalam konteks Indonesia masih merupakan hal baru. Untuk itu diperlukan diseminasi secara berkelanjutan. Prof. Dr. Susikan Azhari juga berpesan agar Dr. Muhammad Arafat segera menerbitkan disertasinya untuk dinikmati masyarakat luas. Sekaligus menjadi mediator yang asertif dan tidak merendahkan pihak lain yang belum bisa menerima kalender Islam global. Ibarat sebuah produk, penerimaan KIG memerlukan waktu dan proses.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *