Galeri Astronomi Islam

Pusat Astronomi Internasional Bahas Ancaman Sampah Antariksa dalam Kuliah Ilmiah di Mesir

Komite Nasional Ilmu Astronomi dan Antariksa di bawah Akademi Riset Ilmiah dan Teknologi Republik Arab Mesir menyelenggarakan kuliah ilmiah bertajuk Sampah Antariksa (Space Debris) pada Ahad, 25 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan astronom Muhammad Syaukat Odeh, Direktur Pusat Astronomi Internasional (International Astronomical Center), sebagai pemateri. Kuliah ilmiah tersebut diselenggarakan secara daring melalui platform Google Meet. Berdasarkan undangan resmi, kegiatan berlangsung pada pukul 20.00 waktu Mesir, Yordania, dan Arab Saudi, atau pukul 21.00 waktu Uni Emirat Arab. Forum ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai persoalan sampah antariksa yang semakin relevan seiring meningkatnya aktivitas manusia di luar angkasa. Dalam pemaparannya, materi kuliah berfokus pada pengertian sampah antariksa, sumber-sumbernya, serta pertumbuhan jumlah objek yang mengorbit Bumi. Sampah antariksa mencakup berbagai benda buatan manusia yang tidak lagi berfungsi, termasuk satelit yang telah mengakhiri masa operasionalnya dan bagian-bagian roket yang tertinggal di orbit. Keberadaan objek-objek tersebut menimbulkan risiko terhadap satelit aktif, wahana antariksa, dan berbagai misi eksplorasi. Oleh karena itu, pengamatan dan pelacakan orbit sampah antariksa menjadi aspek penting dalam upaya memahami serta mengurangi potensi tabrakan di ruang angkasa. Kuliah ini juga membahas fenomena masuknya kembali satelit dan sampah antariksa ke atmosfer Bumi (re-entry). Salah satu tantangan yang dikaji ialah memperkirakan waktu dan lokasi jatuhnya objek tersebut. Selain itu, pembahasan mencakup cara membedakan fenomena jatuhnya sampah antariksa dari meteor yang melintas di atmosfer. Melalui contoh kasus nyata dan hasil pemantauan jatuhnya satelit, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dinamika sampah antariksa serta tantangan pengamatannya. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi ilmiah dan penyebarluasan pengetahuan astronomi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perkembangan teknologi antariksa beserta risiko yang menyertainya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *