Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam Gerakan 1.448.000 Titik Verifikasi Arah Kiblat Nasional: Hari Sejuta Arah Kiblat yang akan dilaksanakan pada 15–16 Juli 2026. Gerakan ini memanfaatkan fenomena astronomi Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat, yakni saat Matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga arah bayangan benda tegak lurus menunjukkan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Fenomena tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA, sehingga menjadi momentum terbaik bagi masyarakat untuk melakukan verifikasi arah kiblat secara mandiri. Selain mudah dilakukan, metode ini tidak memerlukan peralatan khusus sehingga dapat diterapkan di rumah, masjid, musala, sekolah, maupun ruang terbuka. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, mengatakan bahwa gerakan nasional ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketepatan arah kiblat melalui pemanfaatan fenomena alam yang telah lama dikenal dalam tradisi ilmu falak. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Peaceful Muharam 1448 Hijriah sekaligus sarana memperkuat literasi keagamaan dan sains di tengah masyarakat. Gerakan ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari penghulu, penyuluh agama Islam, pengurus masjid dan musala, pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga masyarakat umum. Kementerian Agama menargetkan sedikitnya 1.448.000 peserta dari seluruh Indonesia. Angka tersebut dipilih sebagai simbol tahun 1448 Hijriah dan direncanakan akan diajukan sebagai rekor ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Masyarakat yang ingin mengikuti gerakan nasional ini dapat mendaftarkan diri melalui laman resmi Kementerian Agama. Melalui partisipasi aktif seluruh elemen bangsa, diharapkan verifikasi arah kiblat dapat dilakukan secara serentak, akurat, dan menjadi momentum penguatan kualitas ibadah sekaligus peningkatan apresiasi terhadap peran ilmu falak dalam kehidupan umat Islam.
