BANDAR SERI BEGAWAN – Gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) kembali diperkenalkan kepada masyarakat internasional melalui Seminar Ilmu Falak dan Astronomi sempena Brunei Mid-Year Conference and Exhibition (MYCE) 2026 yang berlangsung pada Selasa, 21 Muharam 1448/7 Juli 2026 bertempat di Dewan Mawaddah Setia Point Hotel Brunei Darussalam. Seminar ini dibuka oleh Timbalan Menteri Pembangunan Negara Brunei Darussalam, Yang Mulia Dr. Noor Imtihan Binti Haji Abdur Razak. Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Founder Galeri Astronomi Islam, Prof. Dr. Susiknan Azhari, menjadi salah satu narasumber dengan mengangkat tema “Dinamika Perkembangan Astronomi Islam di Indonesia: Tradisi dan Inovasi.” Dalam forum ilmiah yang mempertemukan pakar falak dan astronomi dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia, Susiknan Azhari memaparkan perkembangan astronomi Islam di Indonesia, termasuk inovasi-inovasi yang telah dilakukan dalam bidang hisab, rukyat, dan pengembangan kalender Islam. Salah satu fokus pembahasannya adalah diseminasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai ikhtiar mewujudkan sistem kalender Hijriah yang berlaku secara universal, sehingga umat Islam di seluruh dunia dapat menggunakan satu tanggal yang sama dalam memulai bulan Hijriah. Seminar yang mengusung tema “Menerokai Ilmu Falak dan Astronomi: Mengungkap Keindahan Alam Semesta” ini diselenggarakan oleh Jabatan Ukur, Kementerian Pembangunan Negara Brunei Darussalam. Kegiatan tersebut menjadi bagian daripada Brunei Mid-Year Conference and Exhibition (MYCE) 2026 yang bertujuan memperkuat kolaborasi akademik dan pertukaran gagasan dalam bidang ilmu falak, astronomi, serta pemanfaatannya bagi kehidupan masyarakat. Selain Susiknan Azhari, seminar juga menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, antara lain Dr. Baharrudin bin Zainal dari Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia), Ts. Shahrin Ahmad dari FalakOnline.net, serta para pakar dari berbagai institusi di Brunei Darussalam. Beragam tema dibahas, mulai dari perkembangan ilmu falak, astronomi observasional, kalender Islam, hingga pengalaman pencerapan hilal. Keikutsertaan Susiknan Azhari dalam seminar ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat akademik Asia Tenggara terhadap KHGT yang telah diluncurkan Muhammadiyah sebagai tawaran solusi bagi penyatuan kalender Hijriah dunia. Melalui forum ilmiah internasional ini, diharapkan dialog mengenai masa depan kalender Islam semakin berkembang dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di antara para ilmuwan, lembaga falak, serta otoritas keagamaan di berbagai negara.
