IPOH – Pemerintah Negeri Perak, Malaysia, akan membangun Balai Cerap Negeri Perak di Pantai Pasir Panjang, Manjung, dengan nilai investasi mencapai RM38,65 juta. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat observasi falak resmi sekaligus memperkuat pengembangan ilmu falak dan astronomi di negeri tersebut. Menteri Besar Perak, Datuk Seri Saarani Mohamad, mengatakan rencana pembangunan balai cerap merupakan hasil pembahasan dalam Bengkel Insentif Pembinaan Balai Cerap Negeri Perak yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026. Bengkel tersebut melibatkan Jabatan Mufti Negeri Perak, Jabatan Kerja Raya (JKR), Pejabat Kewangan Negeri, dan Unit Perancang Ekonomi Negeri (UPEN) Perak. Balai cerap akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 94 hektare di Pantai Pasir Panjang, Segari, Manjung. Lokasi tersebut dipilih karena selama ini menjadi salah satu kawasan strategis untuk pelaksanaan rukyat hilal resmi di Negeri Perak. Menurut Saarani, pembangunan balai cerap tidak hanya ditujukan untuk mendukung kegiatan observasi astronomi, tetapi juga menjadi sarana edukasi masyarakat. Ia menilai ilmu falak tidak seharusnya terbatas pada kalangan akademisi atau pakar, melainkan perlu diperkenalkan secara luas kepada pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum melalui pendekatan yang mudah dipahami dan menarik. Ia menegaskan, keberadaan Balai Cerap Negeri Perak tidak akan menggantikan fungsi Balai Cerap Tan Sri Harussani di Institut Tanah dan Ukur Negara (INSTUN), Behrang. Sebaliknya, kedua fasilitas tersebut akan saling melengkapi dalam memperkuat ekosistem penelitian, pendidikan, serta pelayanan di bidang ilmu falak dan astronomi. Pada kesempatan yang sama, Saarani mengajak masyarakat untuk memandang Bulan Falak sebagai program edukasi yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap ilmu falak perlu terus ditingkatkan karena memiliki peran penting dalam penentuan waktu ibadah, penyusunan kalender Hijriah, serta pengembangan sains berbasis nilai-nilai keislaman.