JAKARTA — Pemerintah melalui Sidang Isbat yang dipimpin Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 1447 H akan dilaksanakan secara serentak pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan tersebut merupakan integrasi antara hasil hisab dan laporan rukyatulhilal. Secara astronomis, posisi hilal pada saat matahari terbenam dinilai telah memenuhi kriteria Neo-Visibilitas Hilal MABIMS yang saat ini digunakan Indonesia dan negara-negara anggota MABIMS. Dalam pemaparan sidang disebutkan bahwa umur hilal telah mencapai sekitar 14 jam 42 menit 56 detik. Hal ini dinilai sangat memadai dan bahkan lebih tinggi dibanding batas umur hilal yang pernah diusulkan Brunei Darussalam pada masa sebelumnya, yakni 13 jam. Selain itu, pada 17 Mei 2026, seluruh wilayah Indonesia juga telah memenuhi parameter visibilitas hilal yang ditetapkan MABIMS, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Kondisi tersebut memperkuat kemungkinan hilal dapat dirukyat atau terlihat. Sidang Isbat juga menerima laporan keberhasilan rukyat hilal dari Tanjung Kodok Lamongan atas nama Su’udul Azka (58) dan Zarkas (54 Tahun). Laporan tersebut kemudian dikonfirmasi dan dibahas bersama para ahli falak, perwakilan ormas Islam, BMKG, BRIN, serta instansi terkait lainnya sebelum keputusan resmi diumumkan pemerintah. Menariknya, keputusan Sidang Isbat kali ini juga bersamaan dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dipedomani Muhammadiyah. Kesamaan penetapan ini membuat umat Islam di Indonesia akan melaksanakan Iduladha 1447 H secara serentak. Momentum keserentakan tersebut dinilai menjadi kabar baik bagi upaya memperkuat ukhuwah dan persatuan umat Islam di Indonesia.
