Galeri Astronomi Islam

IESIA 2025 Dorong Penguatan Kalender Hijriah Global dan Modernisasi Falak Syarie


Kuala Lumpur — International Experts Summit on Islamic Astronomy (IESIA) 2025 resmi digelar pada 25-26 Jumadilakhir 1447/16–17 Desember 2025 dengan menghadirkan para pakar astronomi Islam, akademisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Forum internasional ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat dialog antara sains astronomi dan fikih Islam, khususnya dalam isu kalender Hijriah global dan observasi hilal. Hari pertama IESIA 2025 dibuka dengan keynote address oleh Prof. Dr. Mohammad Ilyas Shahabuddin yang menyoroti urgensi Kalender Hijriah Global sebagai instrumen pemersatu umat Islam. Diskursus ini menekankan pentingnya kesepakatan ilmiah dan yurisprudensial agar penentuan awal bulan Hijriah dapat dilakukan secara lebih konsisten lintas negara. Puncak agenda hari pertama ditandai dengan peluncuran aplikasi MyMuwaqqit, sebuah inovasi digital dalam bidang falak syarie yang bertujuan mendukung penentuan waktu ibadah berbasis data astronomi modern. Peluncuran ini disaksikan langsung oleh Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama) Malaysia, YB Senator Dato’ Setia Dr. Mohd Na’im bin Mokhtar, yang dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah terhadap modernisasi ilmu falak dan pemanfaatan teknologi. Forum ilmiah berlanjut dengan diskusi panel bertema “Toward a Unified Global Islamic Calendar”, yang menghadirkan pakar dari Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Para panelis menyoroti tantangan perbedaan kriteria visibilitas hilal serta peluang membangun konsensus global berbasis pendekatan saintifik dan maqashid syariah. Hari kedua IESIA 2025 diisi dengan rangkaian forum tematik mengenai praktik rukyat hilal, pemanfaatan teknologi mutakhir dalam observasi astronomi dari perspektif fikih, serta penguatan pendidikan dan literasi falak di tengah masyarakat. Diskusi ini menegaskan bahwa masa depan astronomi Islam tidak hanya bergantung pada akurasi ilmiah, tetapi juga pada kemampuan membangun kepercayaan dan kolaborasi lintas disiplin serta lintas negara. IESIA 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan tata kelola kalender Hijriah yang lebih terpadu, ilmiah, dan berorientasi pada persatuan umat Islam global.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *